Minggu, 02 November 2008

jawaban uts

`

Kode soal 002

  1. Kapan seorang guru dapat mengunakan media pembelajaran?

Penggunaan media pembelajaran bagi guru menurut saya yaitu ketika sebelum ataupun disaat si guru itu menerangkan atau menyampaikan materi kepada muridnya.mengapa bisa dikatakan si guru sebelum melakukan proses pembelajaran harus menggunakan media pembelajaran dulu, itu bertujuan agar si guru mengerti dulu tentang media pembelajarannya sebelum ia memulai menggunakan media pembelajarannya itu,hal ini dikarenakan agar dia tidak akan gugup di depan muridnya jika menggunakan media pembelajaran. Pada saat sekarang ini, dengan pesatnya kemajuan zaman yang dicirikan pesatnya teknologi berkembang, guru pun di tuntut untuk bisa menyesuaikan agar bisa mengimbangi perkembangan zaman guru pun sekarang dituntut pula menaikan intelektualitasnya, dan dalam mengajarpun si guru dituntut harus bisa menggunakan media pembelajaran, agar kualitas dari ilmu yang disampaikanpun menaik dan juga mempercepat penyampaian meteri dan mempermudah murid menyerap ilmu yang disampaikan. Jadi kapan seorang guru dapat menggunakan media pembelajaran, yaitu pada saat ia belajar dan memberikan pembelajaran kepada muridnya

  1. Apakah pembuatan meda slamanya harus mahal? Mengapa?

Pembuatan media tidak selamanya harus mahal, karena kembali pada tujuan membuat media itu sendiri yaitu si media harus bisa menjalankan fungsinya yaitu berfungsi untuk busa menyampaikan materi ataupun informasi kepada orang lain. Gambar yang kita gambar di atas kertas dengan pensil pun bisa kita jadikan sebagai media pembelajaran,yaitu untuk mempermudah kita menyampaikan materi pembelajaran apa yang kita sampaikan dan juga mempermudah orang untuk mengerti apa yang kita maksudkan. Jadi media pembelajaran tidak semuanya harus memakai laptop dan infokus, akan tetapi bisa dengan gambar yang kita buat sendiri itu. Jika kita hanya berpatokan bahwa media pembelajaran itu hanyalah laptop dan infokus saja maka jelas bila kita akan beranggapan bahwa untuk membuat suatu media pembelajaran itu akan mahal, namun apabila kita kreatif dan mau berusaha untuk menciptakan media pembelajaran lain, maka anggapan mengenai mahal atau tidak tentang membuat media pembelajaran itupun tak mungkin terjadi, karena kita akan puas dengan apa yang kita ciptakan. Seperti dengan gambar tadi, biarpun sederhana yang penting fungsi dari media pembelajaran itu sudah dapat terpenuhi yaitu untuk membuat orang lain muadah mengerti dengan apa yang kita sampaikan melaluai gambar itu. Namun tidak sembarangan gambar yang kita buat, si gambar tersebut harus jelas dan mudah dimengert orang lain karena itulah tujuannya. Pembuatan media memang memerlukan suatu kreatifitas yang lebih . jika kita tidak kreatif dan hanya menjiplak dari media yang dibuat orang lain maka selamanya akan terasa membuat media pembelajaran itu sulit dan memakan biaya yang tidak sedkit.

  1. Sebutkan perbedaan antara media, alat peraga, dan sumber belajar!

Media merupakan suatu alatyang dirancang untuk menyampaikan suatu informasi, data ataupun ilmu, baik saat presentasi maupun dala proses pembelajaran. Tugas dari media yaitu mempermudah si pemateri menyampaikan apa yang dia maksudkan kepada si pendengar, dalam arti disini si pendengar yaitu si murid atau si penerima materi. Si murid juga akan lebih mudah mencerna, mereka tidak perlu lagi harus memikirkan atau membayangkan apa yang diterangkan si guru, namun bisa langsung tahu apa yang dimaksud oleh si guru itu karena bantuan media. Sedangkan alat peraga merupakan sebuah objek dari apa yang dimaksudkan, misalnya bila kita belajar memasak maka alat peraganya diantaranya yaitu alat-alat yang biasa dipakai untuk memasak, misalnya pisau untuk mengiris sayur atau buah, panci untuk merebus, kewali untuk menggoreng dll. Jadi alat peraga adalah objek nyata dari apapun yang disampaikan sesuai dengan kebutuhannya yang bertujuan untuk lebih meyakinkan orang lain atas apa yang disampaikan. Alat peragabiasanya digunakan bila si penyampai materi atau penyampai informasi ingin mempertegas pernyataannya atau ingin lebih meyakinkan orang lain agar yakin pada apa yang ia sampaikan. Misal si pemateri menerangkan engena latak jantung, letak jantung yantu disebelah kiri dada manusia maka si penerima materi akan bertanya di sebelah mana di dada kirinya letak yang tepat dari keberadaan jantung itu? Apakah di atas ataukah dibawah dekat ginjal? Maka disinilah si pemateri membutuhkan alat peraga, yaitu sebuah patung yang bisa menunjukan di sebelah mana letak jantung itu berada. Adapun sumber belajar yaitu sesuatu yang kita jadikan sebagai referensi untuk dijadikan bahan materi. Menilik dari kata sumber, sumber adalah awal atau titik dimana akan terjadi hal yang selanjutnya atau juga bisa kita katakan sebagai bahan dasar sumber belajar. Berbeda dengan media dan alat peraga karena sumber belajar adalah sebagai bahan awal dari apa yang akan disampaikan, baik melaluai medi ataupun tidak, yang nantinya sumber tersebut diperkuat penyampaiannya oleh alat peraga.

  1. Mengapa memilih media pembelajaran harus mempertimbangkan aspek sosiologi?

Mebuat suatu media pembelajaran memang harus pula mempertimbangkan aspek sosiologi, karena memilih suatu media harus melihat audiens apakah nanti si audiens akan menyukai media yang kita bawa atau tidak karena tu akan mempengaruhi pada tingkat pemahaman audiens itu sendri. Jika si audiens tidak suka pada media yang kita bawa maka percuma saj bila kita menjelaskan panjang lebar mengenai materi yang ada pada media tersebut karena si audiens tidak akan menyimak sedikitpun apa yang kita terangkan.

  1. Sebutkan faktor-faktor hambatan pengembangan media pembelajaran di Indonesia!

Berkembangnya suatu teknologi tidak lepas dari berbagi hambatan-hambatan, begitu pula dengan perkembangan media pembelajaran. Media pembelajaran di tiap negara sangat bervariatif tergantung dari besar kecilnya faktor penghambat perkembangan media pembelajaran d negara tersebut. Untuk di Indonesia sendiri rasanya cukup banyak faktor penghambatnya. Antara lain rendahnya sumber daya manusia sehingga mempengaruhi cepat atau lambatnya pemahaman orang indonesia mengenai media pembelajaran itu sendiri. Padahal indonesi tak ketinggalan kalau masalah barang-barang canggih, bahkan terkadang barang yang baru muncul yang belum ada di ekspor ke negara manapun sudah masuk indonesia. Ini menyirikan bahwa sebenarnya indonesia bahkan lebh awal engenal suatu barang dibandingkan negara lain di dunia, akan tetapi karena lemahnya tingkat pemahaman orang indonesia mengenai teknologi,budaya konsutif dan malas berusaha, menjadkan negara ini sangat sulit berkembang di berbagai aspek termasuk peahaman mengenai media pembelajaran.

  1. Bagaimana posedur pengembangan media presentasi powerpoint?


Powerpoint merupakan salah satu software yang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan, dan relative murah karena tidak perlu menggunakan bahan baku selain alat untuk menyimpan bahan baku selain alat untuk penyimpanan data (data storage).
Adapun prosedur pengembangan media presentasi powerpoint di antaranya adalah:
a. Identifikasi program
Hal ini dimaksudkan untuk m,elihat kesesuaian antara program yang dibuat dengan materi, sasaran (siswa) terutama latar belakang kemampuan, usia serta jejnjang pendidikan. Perlu juga megidentifikasi ketersediaan sumber pendukung seperti gambar, animasi, video, dan lain-lain.
b. Pengunpulan elemen Multimedia dan penyusunan materi presentasi
Menggunakan bahan pendukung sesuai dengan kebutuhan materi dansasaran seperti video, gambar, animasi, suara.
c. Proses pembuatan di powerpoint dan eksekusi hasil
Setel

7. Bagaimana teknik penggunaan media pembelajaran berdasarkan tempat?

Salah satu teknik media pembelajaran berdasarkan tempat yaitu dengan media tiga dimensi

Secara garis besar media tiga dimensi terbagi menjadi dua golongan yaitu

(1) benda-benda sebenarnya (benda asli),

(2) benda-benda pengganti (tiruan). Dari kedua golongan media ini ada yang bisa dibawa ke kelas dan ada yag tidak dapat dibawa ke kelas.a

Pengalaman melalui benda sebenarnya Benda-benda sebenarnya yakni benda-benda riil yang dipakai manusia di dalam kehidupan sehari-hari. Golongan ini merupakan golongan utama; pengalaman-pengalaman yang diperoleh adalah pengalam angsung dan nyata. Menggunakan benda-benda nyata atau makhluk hidup dalam pengajaran sering kali paling baik, dalam menampilkan benda-benda nyata tentang ukuran, suara, gerak-gerik, permukaan, bobot badan, bau serta manfaatnya. Benda-benda nyata itu banyak macamnya, mulai dari manusia, benda atau makhluk hidup seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, juga termasuk benda-benda mati seperti batuan, air, tanah dan lain-lain.

1) Pengajaran di KelasDalam mempergunakan benda-benda nyata untuk tujuan pengajaran di kelas, guru hendaknya mempertimbangkan hal-hal berikut :

(a) benda-benda atau makhluk hidup apakah yang mugkin dimanfaatkan di kelas secara efisien,

(b) bagaimana caranya agar semua benda itu bersesuaian sekali terhadap pola belajar siswa,
(c) dari mana sumbernya untuk memperoleh benda-benda itu. Benda-benda itu tentunya yang berukuran kecil atau tidak terlalu besar dan relatif mudah didapatkan dari lingkungan sekitar kelas (terjangkau), yang terpenting dalam hal ini adalah agar apa yang menjadi tujuan yang telah direncanakan akan dapat tercapai.

2) Pengajaran di Luar KelasApabila ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit dari sekedar apa yang telah diberikan di kelas dan memang tidak memungkinkan terjadi di kelas, maka dapat diperoleh pengalaman-pengalaman langsung dan yang riil dengan jalan kunjungan-kunjungan khusus ke tempat-tempat tertentu, baik di lingkungan (fasilitas) sekolah maupun lingkungan yang jauh sebagai metode karyawisata (study tour) misalnya: jika ingin mempelajari lingkungan masyarakat seperti proses sosial, ekonomi, budaya, kependudukan dll dengan menggunakan metode survey untuk bidang studi ilmu sosial dan kemasyarakatan seperti ekonomi, sejarah, sosiologi, kependudukan dan antropologi; dengan kemping untuk menghayati bagaimana kehidupan alam seperti suhu, iklim, suasana, dll, untuk untk bidang ilmu pengetahuan alam seperti ekologi, biologi, fisika, dan kimia.Obyek wisata harus relevan dengan bahan pengajaran misalnya museum untuk pelajarn sejarah, kebun binatang untuk pelajaran biologi, teropong bintang untuk astronomi dan fisika, BATAN untuk teknik nuklir, pabrik kimia farma untuk teknik kimia dan farmasi, dll.Benda-benda sebenarnya tidak dengan sendirinya berfungsi sebagai media komunikasi, namun adakalanya perlu dikomunikasikan oleh orang atau nara sumber yang dapat mengkomunikasikan benda tersebut.b. Pengalaman melalui Benda Pengganti (Tiruan)Tidak seorangpun dapat memiliki segala kesempatan untuk emngalami segala sesuatu di dunia untuk akhirnya memiliki pengetahua yang lengkap. Setiap orang hidup terbatas, dengan kemampuan yang terbatas untuk menghayati arti dari segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya. Untuk melengkapi pengetehuan seorang siswa agar dengan pengetahuan itu dapat menghadapi tuntutan hidupnya, terpaksalah dipergunakan benda-benda pengganti. Penggunaan benda pengganti ini adakalanya dipandang memang lebih praktis dan efektif daripada benda aslinya, misalnya bagaimana bentuk bakteri yang ukurannya terlalu kecil, bagaimana bumi mengitari matahari yang ukurannya terlalu besar, bagaimana susunan tubuh manusia bagian dalam seperti jantung, hati usus, dll, bagaimana susunan jaringan reaktor nuklir, dll. Atau adakalanya kalau kita berhadapan benda aslinya sakalipun, kita toh tidak dapat mempelajarinya. Seperti contoh kalau kita dapat mengunjungi Pembangkit Strike Tenaga Uap dan dimuka sebuah generator, kita tidak akan banyak mendapat pengertian tentang bagaimana generator itu bekerja karena mesin itu tertutup kalau sedang bekerja. Untuk itulah perlu benda pengganti atau tiruan yang meliputi: model, barang contoh/specimen, tiruan sederhana (mock-ups), diorama, bak pasir, dll.Supaya alat-alat visual tiga dimensi baik itu benda asli maupun benda pengganti menjadi alat peraga yang efektif, ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan yaitu: Alat-alat visual tiga dimensi harus dapat dilihat oleh semua yang sedang belajar secara bersama-sama, Beri kesempatan bagi mereka yag belajar untuk memeriksa alat-alat tiga dimensi yang digunakan, Gunakan alat peraga tambahan, seperti gambar dua dimensi, diagram, bagan, atau alat-alat audio-visual lainnya, Perlihatkan alat-alat visual tiga dimensi itu sewaktu diperlukan saja

  1. Bagaimana variasi penggunaan media dalam proses pembelajaran?

Sekarang ini penggunaan media dalam proses pembelajaran sangat variatif. Ini bertujuan untuk semakin memudahkan pengguna media dalam menyerap pembelajaran yang di sampaikan guru. Selain itu hal ini juga bertujuan untuk mengimbangi kemajuan teknologi yang sangat pesat akhir-akhir ini.saat ini media yang digunakan dalam proses pembelajaran tidak hanya menggunakan proses manual, misal OHP.OHP masih menggunakan cara manual, dimana sang penyaji materi harus duduk dan berdiri serta sibuk menggonta ganti gambar atau materi yang harus ditampilkan, namun saat ini muncul teknik baru dari media yaitu mengunakan infokus. Cara pengoperasiaannya yaitu dengan menyambungkan infokus pada perangkat komputer ataupun lapto. Dengan cara ini penyaji tidak perlu sibuk mengganti ganti kertas tampilan, namun dengan perangkat lunak seperti microsoft powerpoint. Jadi penyaji hanya tinggal meming klik dan memindahkan kursor pada apa materi yang akan dibahas. Terlebih lagi dengan media ini si penyaji tidak perlu pusing memili-milih kertas yang akan disajikan dan tidak perlu khawatir akan tertukar atau tertinggal karena telah tersimpan secara rapih

2 komentar:

Tri Putri Br Ginting mengatakan...

kalau penduduk yang tinggal di bantaran sungai juga di pedalaman disensus ga?
kalau iya memakai sistem apa ya, de facto atau de jure, terimakasih

Tri Putri Br Ginting mengatakan...

kalau penduduk yang tinggal di bantaran sungai juga di pedalaman disensus ga?
kalau iya memakai sistem apa ya, de facto atau de jure, terimakasih